Kamis, 07 Februari 2013

Cara mengidentifikasi fluid line pada pesawat terbang

Cara mengidentifikasi fluid line (tubing) pada pesawat terbang

kegunaan Line atau tubing sebagai penyalur atau pengirim suatu fluid dari titik A ke titik B.
Dipesawat mungkin kita juga akan banyak menemukan line-line atau tubing-tubing disuatu sistem pesawat yang letaknya sudah diatur sedemikian rupa oleh pabrik agar kita sebagai seorang maintenance dapat merawat, menginspeksi, dan merepair suatu sistem dengan mudah.
Dan mungkin kita juga sering bingung tubing-tubing manakah yang dialiri oleh hydraulic, fuel, pneumatic, dan lain sebagainya.
kita dapat mengetahui fluid yang mengalir di suatu tubing (lining) dengan melihat gambar yang berada di tubing (lining) tersebut.

Picture of Fluid line identification
keterangan:
1. Fuel
2. Water Injection
3. Rocket Fuel
4. Electrical Conduit
5. Compressed Gas
6. Instrument Air
7. Pneumatic
8. Coolant
9. Hydraulic
10. Lubrication
11. Rocket Catalist
12. Breathing Oxygen
13. Rocket Oxidizer
14. De-Icing
15. Fire Protection
16. Air condition
17. Warning Symbol

Kamis, 31 Januari 2013

Pabrik Pembuat pesawat di Amerika (Boeing) dan Eropa (Airbus)



Pabrik Pembuat Pesawat terbang di Amerika (Boeing) dan Eropa (Airbus)

Pabrik Boeing di Amerika
Pabrik Pesawat Terbang Boeing di Everett, Washington, Pinggiran Seattle, AS merupakan fasilitas pembuatan pesawat terbang terbesar di dunia. Jauh lebih besar ketimbang pabrik Airbus di Toulouse, Prancis. Pabrik yang berdiri Juni 1968 ini telah tercatat The Guinness World Records sebagai pabrik pesawat terbang terbesar di dunia dari sisi volume, yakni 472 juta kaki kubik atau 13,3 juta meter kubik. Tinggi atapnya 114 kaki (35 meter), sedangkan crane (derek pengangkat di pabrik) terpasang di ketinggian 90 kaki (28 meter).Ukuran semula pada tahun 1968 hanya 98,3 acre (39,8 hektare), pabrik Boeing terus diperluas sampai beberapa kali hingga mencapai 1.025 acre (415 hektar) pada 1993 dalam rangka pembuatan 777.

Saat ini pabrik tersebut lebih banyak diperuntukkan sebagai tempat pembuatan pesawat-pesawat Boeing 747, 767, 777, dan 787 (Dreamliner). Pabrik Boeing memiliki tidak kurang dari 25 ribu orang. Di Washington State, Boeing memiliki 72 ribu karyawan. Total karyawan perusahaan itu lebih dari 150 ribu.





Pabrik ini juga melayani company visit bagi publik yang ingin berkunjung. Dari satu building Future of Flight, pengunjung dapat melihat bagaimana proses produksi sebuah pesawat terbang.

Pengunjung tiba the Boeing factory in Everett, Wash.dimana mereka akan melihat 777s yang sedang dirakit.


Dari the tour balcony pengunjung dapat melihat 777 airplanes pada setiap tahap konstruksi


Anak kecil yang berpose di Pratt & Whitney 777 engine.


The Boeing Store adalah satu dari toko cinderamata Boeing yang berlokasi di Future of Flight. Menawarkan Logo Boeing pada apparel dan merchandise.




Pabrik Airbus di Eropa

INILAH gedung paling besar di Eropa! Klaim itu diucapkan Stefani, Public Relation perusahaan pesawat Airbus, satu dari dua perusahaan pesawat komersial besar yang diperhitungkan di dunia, selain Boeing.

Pabrik Arbus terletak di Toulouse, sebuah kota kecil di selatan Prancis. Udara di daerah yang sering disebut sebagai kota pelajar ini jauh lebih hangat dibanding Paris, ibukota Prancis. Buat saya, Toulouse yang sering juga disebut Kota Pink (banyak bangunan sengaja dipertahankan menggunakan batu bata telanjang), jauh terasa lebih nyaman dibanding Paris. Barangkali perbandingannya seperti Jakarta dan Jogja.
Kembali ke Sepenggal Kisah di Pabrik Airbus, sungguh menyenangkan bisa mendapat kesempatan melakukan touring di pabrik pesawat komersial besar ini. Kesempatan datang saat mengikuti acara pengambilan pesawat baru A330-200 milik Garuda dari Toulouse menuju Jakarta.
Di hanggar pabrik, potongan pesawat berbadan besar tampak diselimuti lintasan-lintasan besi dan peralatan. Suasana pabrik sangat tenang, masing-masing karyawan bekerja di bagian tubuh pesawat, sesuai keahlian masing-masing.



Salah satu kegiatan perakitan

 Pemandu yang menggantikan Stefani selama di dalam pabrik, menjelaskan potongan-potongan badan, sayap, bagian depan, dan belakang pesawat dibuat di pabrik Airbus di negara-negara berbeda. Bagian sayap misalnya, dibuat di Inggris. Potongan-potongan tersebut kemudian dibawa lewat jalur sungai, dan dirakit di Toulouse.


Setelah selesai perakitan, dilakuklan ujicoba penerbangan ke Hamburg, tempat finishing kokpit dan interiror pesawat. Tentu yang satu ini dilakukan sesuai permintaan pelanggan. Setelah itu, ada yang sebagian dibawa kembali ke Toulouse, ada juga yang diambil konsumen di Hamburg.



Lalu pada kesempatan berbeda, pihak Airbus menjelaskan sejarah perkembangan jenis pesawat berbadan besar yang jadi cikal bakal pesawat Airbus jenis family, termasuk A330-200 yang baru saja dibawa ke Tanah Air oleh Garuda Indonesia Airways, Sabtu (16/5).
Dan amboi, pihak Airbus mengakui perkembangan pesawat berbadan besar dengan dua kokpit, tidak terlepas dari peran Garuda Indonesia Airways. Loh...loh...bagaimana kisahnya?
Pada 1979, Garuda Indonesia memesan sembilan  peawat Airbus A300-B4, pesawat bermesin ganda dan berbadan lebar pertama di dunia. Namun, Garuda memberi persyaratan akan membeli pesawat tersebut, jika Airbus melakukan perombakan pada kokpit. Tuntutannya, ialah menjadikan ruang kokpit menghadap ke depan dengan hanya dikomandoi dua pilot, tanpa teknisi penerbangan tambahan.
Syarat itu membuat pihak Airbus melakukan kajian khusus. Maklum, ketika itu, pesawat berbadan besar pertama di dunia itu masih dikomandoi lebih dari dua pilot. Itu pun masih harus dilengkapi dengan teknisi tambahan.
Syarat yang diajukan tidak sia-sia. Pihak Airbus akhirnya menyatakan sanggup. dan pada 1982, Garuda Indonesia menjadi pembeli pertama pesawat berbadan besar A300 dengan hanya dikomandoi dua pilot dan rancanangan kokpit menghadap ke depan.
Kini, hampir seluruh maskapai penerbangan di dunia menggunakan pesawat berbadan besar jenis A300 dengan model kokpit yang dkomandoi dua pilot. Rancangan ini menjadi terobosan menuju penghematan, diiringi kemajuan kecanggihan teknologi yang digunakan Airbus.





Historic everett Factory on 1968


7 bandara paling berbahaya di dunia


Inilah 7 Bandara Paling Berbahaya di Dunia

1. Princess Juliana International Airport (Saint Martin)
Princess Juliana International Airport melayani Saint Maarten, dari pulau Saint Martin. Ini adalah bandara tersibuk kedua di Karibia Timur. Bandara ini terkenal dengan landasan pendek - hanya 2.180 meter / 7152 ft, yang hampir tidak cukup untuk jet berat. Karena itu, pesawat-pesawat terbang sangat rendah, tepat di atas Maho Beach.

Pesawat terbang melewati para turis yang sedang berjemur dipantai hanya dengan ketinggian rata-rata terbang 20-30 meter diatas kepala mereka. Dan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis untuk menyaksikan pesawat yang akan landing. Belum ada catatan insiden penerbangan di bandara ini.




2. Juancho E. Yrausquin Airport (Saba)
Juancho E. Yrausquin Airport adalah bandara terdapat di pulau Karibia Saba, di Antilles Belanda. Hal ini juga dikenal di kalangan penerbang berpengalaman bagaimana cara take 0ff dan lepas landas dengan baik di bandara tersebut

Bandara Yrausquin mencakup porsi yang cukup besar dari pulau kecil Saba. Beberapa ahli penerbangan berpendapat umum bahwa bandara merupakan salah satu yang paling berbahaya di dunia, meskipun fakta bahwa tidak ada tragedi besar telah terjadi di fasilitas itu. Satu-satunya landasan pacu Bandara ini ditandai dengan X pada setiap ujung landasan, untuk menunjukkan kepada pilot komersial, bahwa bandara ditutup untuk penerbangan komersial.




3. Courchevel (Prancis)
Courchevel adalah nama sebuah daerah ski yang terletak di pegunungan Alpen Perancis, daerah ski terbesar di dunia. Bandara ini memiliki landasan pacu cukup pendek, dengan panjang 525 m (1722 ft) dan gradien sebesar 18,5%. Landasan Sangat pendek, anda harus mendarat dengan cara memperlambat speed pesawat dan lepas landas dengan cara memiliki kecepatan yang cukup tinggi.

Siapakah yang mendarat di sini? , Pierce Brosnan pernah mendarat di bandara ini. Ini adalah bandara yang digunakan dalam pembuatan film Tomorrow Never Dies.  Untuk seorang Pilot, akan memerlukan beberapa pelatihan yang serius sebelum ia diizinkan untuk mendarat di CVF.



4. Gustaf III Airport (St. Bart)
Gustaf III Airport dikenal juga sebagai Saint Barthélemy Airport adalah airport umum yang terletak di desa St Jean di pulau Karibia Saint Barthélemy. Baik bandara serta kota utama pulau itu dari Gustavia diberi nama untuk Raja Gustav III dari Swedia, di bawah Swedia yang diperoleh dari Perancis pada 1785 (itu dijual kembali dengan Perancis pada tahun 1878).

Bandar udara ini melayani pesawat komersial kecil regional serta charter. Kebanyakan pesawat membawa kurang dari dua puluh penumpang, seperti Twin Otter, pemandangan umum di sekitar Saint Barth serta di seluruh Hindia Barat bagian utara. Landasan pacu sangatpendek di dasar lereng berakhir langsung di tepi pantai.






5. Barra International Airport (Barra)
Barra Airport adalah bandara satunya di dunia dimana pesawat terbang mendarat di tepi pantai. BRR terletak di di pantai luas Traigh Mhor, di pulau Barra, di Hebrides , Skotlandia. Jika Anda ingin terbang di sini secara komersial Anda bisa menggunakan British Airways, yang terbang dengan Barra dari Glasgow serta Benbecula.

Bandara tersapu habis oleh gelombang sekali sehari, jika Anda tiba pada penerbangan sore, anda akan melihat beberapa mobil dengan lampu menyala, membantu agar visibilitas di sore hari agar lebih baik untuk pilot agar mendarat dengan selamat.




6. Madeira Airport (Madeira)
Madeira Airport dikenal juga sebagai Funchal Airport serta Santa Catarina Airport, adalah sebuah bandar udara internasional yang terletak dekat Funchal, Madeira. Bandara mengontrol lalu lintas udara nasional serta internasional dari pulau Madeira.

Bandara ini pernah terkenal karena landasan pacu yang pendek, dikelilingi oleh pegunungan tinggi serta laut, sebuah pendaratan sulit bahkan untuk pilot yang berpengalaman sekalipun. Landasan yang asli hanya 1.400 meter panjang, tapi diperpanjang oleh 400 meter setelah insiden Air Penerbangan 425 TAP Portugal tahun 1977 serta kemudian dibangun kembali pada tahun 2003, hampir dua kali lipat ukuran landasan, bangunan itu di atas lautan. Alih-alih menggunakan TPA, perpanjangan itu dibangun di atas serangkaian 180 kolom, masing-masing sekitar 70m tinggi.

Untuk pembesaran landasan pacu baru Bandara Funchal telah memenangkan Penghargaan Struktur Posisi, diberikan oleh Asosiasi Internasional untuk Jembatan serta Rekayasa Struktural (IABSE). Penghargaan Struktur Posisi ini dianggap sebagai "Oscar" untuk rekayasa struktur di Portugal




7. Lukla Airport (Nepal)
Sebuah gunung besar pada salah satu ujungnya, seribu meter turun di sisi lain. Dan di ketinggian 2.900 meter. Lukla Airport adalah airport kecil di Kota Lukla di Nepal timur. Pada bulan Januari 2008, pemerintah Nepal mengumumkan bahwa bandara akan diganti untuk menghormati Sir Edmund Hillary [1], orang pertama yang mencapai puncak Gunung Everest, yang meninggal pada 11 Januari 2008. Bandara ini cukup populer sebagai Lukla adalah tempat di mana kebanyakan orang memulai perjalanan mereka dengan mendaki Gunung Everest.

Pesawat transparan


Pesawat Transparan Masa Depan

Di masa depan, perjalanan menggunakan pesawat terbang tak lagi berasa di dalam tabung. Di mana hanya ada jendela kecil yang menghubungkan kita dengan dunia di luar.
Nantinya, birunya langit, tebaran bintang di malam hari, Menara Eiffel dan piramida yang menjulang, langit yang ‘mengamuk’ akan terlihat jelas dari dalam pesawat. Adalah produsen pesawat Eropa, Airbus yang kini tengah mengembangkan konsep pesawat transparan. Para penumpang akan merasakan sensasi melayang di udara.

Seperti dimuat Daily Mail, 14 Juni 2011, dinding kabin pesawat masa depan berupa membran dengan kaca transparan. Baik dinding samping kabin maupun atap pesawat. Para penumpang bisa dengan jelas melihat segala sesuatu di depan, samping, juga atas mereka. Dinding pesawat akan berubah tergantung dengan kondisi cahaya.
Menarik? Jelas untuk orang berjiwa petualang. Tapi pastinya tidak, untuk Anda yang punya fobia terbang. Kalaupun tak ada gangguan psikologis, penumpang kemungkinan besar akan membutuhkan penutup mata jika pesawat take off atau landing.
Pesawat futuristik ini juga akan dilengkapi dengan zona relaksasi dan bar untuk bersosialisasi. Uniknya, hiburan yang ada dalam pesawat itu digerakkan dengan energi dari panas badan para panumpang pesawat.
Sebagian besar teknologi yang digunakan dalam pesawat ini seperti bentuk kursi pesawat dan dan display atap bukan barang baru. Namun, bagaimana Airbus membuat dinding yang transparan masih jadi misteri.
“Konsep kabin berupa struktur bionik yang meniru efisiensi kerangka burung,” demikian klaim Airbus.
Struktur ini akan memberikan kekuatan, juga memungkinkan dinding kabin ‘cerdas’ ini mengatur suhu udara dan menjadi transparan untuk agar para penumpang bisa menikmati panorama sekitar.
Kabin masa depan ini dirancang sejak tahun lalu oleh Airbus dikemas dengan teknologi yang ramah lingkungan: mengurangi bahan bakar, emisi, sampah, dan berisik.
Kabin juga akan dilengkapi ‘zona interaktif’, yang menyediakan game virtual seperti golf. Juga fasilitas konferensi interaktif. Kabin akan memebuhi kebutuhan para penumpang.
Juga ada ‘zona vitalisasi’ yang dilengkapi udara yang ditambah vitamn dan antioksidan, pembangkit mood, aromaterapi, juga terapi akupresur.
“Penelitian kami akan membuat penumpang pesawat pada 2050 akan menikmati pengalaman terbang yang yang tanpa batas, sembari melestarikan lingkungan,” kata Airbus engineering executive vice-president, Charles Champion.

sumber: http://okky.staff.ub.ac.id/2012/08/11/pesawat-transparan-masa-depan/



Rabu, 12 September 2012

Pesawat buatan anak Indonesia N 250 (Gatotkaca)


Sejarah n 250

Rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap PT IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia, Indonesian Aerospace) pada Paris Air Show 1989. Pembuatan prototipe pesawat ini dengan teknologi fly by wire pertama di dunia dimulai pada tahun 1992.
N-250 rencananya akan dibuat empat pesawat prototipe (prototype aircraft - PA) yaitu PA-1, PA-2, PA-3, dan PA-4. Akan tetapi hanya dibuat 2 pesawat prototip saja menyusul diberhentikannya program pengembangan.
§  PA-1 dengan sandi Gatotkaca, 50 penumpang, terbang perdana (first flight) selama 55 menit pada tanggal 10 Agustus 1995.
§  PA-2 dengan sandi Krincing Wesi, N250-100, 68 penumpang terbang perdana (first flight) pada tanggal 19 Desember 1996.
Saingan pesawat ini adalah ATR 42-500, Fokker F-50 dan Dash 8-300.
Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN.
Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.
Pertimbangan B.J. Habibie untuk memproduksi pesawat itu (sekalipun sekarang dia bukan direktur IPTN) adalah diantaranya karena salah satu pesawat saingannya Fokker F-50 sudah tidak diproduksi lagi sejak keluaran perdananya 1985, karena perusahaan industrinya,Fokker Aviation di Belanda dinyatakan gulung tikar pada tahun 1996.
Spesifikasi pesawat N 250
Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turprop 50 penumpang. Ketinggian operasi 25.000 kaki (7620 meter) dengan daya jelajah 1480 km. (Pada pesawat baru, kapasitas mesin akan diturunkan yang akan menurunkan performa).
Berat dan Dimensi
§  Rentang Sayap : 28 meter
§  Panjang badan pesawat : 26,30 meter
§  Tinggi : 8,37 meter
§  Berat kosong : 13.665 kg
§  Berat maksimum saat take-off (lepas landas) : 22.000 kg

Pesawat N 250 pada zamannya memakai teknologi-teknologi yang modern, teknologi yang sekarang telah banyak digunakan pada pesawat-pesawat saat ini. N 250 adalah Pesawat buatan anak Indonesia pertama, pesawat kebanggaan bangsa Indonesia. Coba saat itu Indonesia tidak mengalami krisis moneter mungkin pasawat Gatotkaca ini sudah menghiasi langit-langit biru di Indonesia ini

Selasa, 11 September 2012

tahukah anda Bandar Udara Pertama di Indonesia ?


Tahukah kamu Bandara pertama di Indonesia negeri kita tercinta ini...???
Bandara pertama di Indonesia yaitu....
Bandar Udara Internasional Kemayoran 
Bandar Udara pertama di Indonesia yang dibuka untuk penerbangan internasional. Bandar udara ini dibangun pada tahun 1934 dan secara resmi dibuka pada tanggal 8 Juli 1940 meski mulai tanggal 6 Juli 1940 tercatat bandar udara ini sudah mulai beroperasi dimulai dengan pesawat pertama yang mendarat jenis DC-3 Dakota milik perusahaan penerbangan Hindia BelandaKNILM(Koningkelije Nederlands Indische Luchtvaart Maatschapij) yang diterbangkan dari lapangan udara Tjililitan (sekarang Halim Perdanakusuma[1]. Tercatat pesawat ini beroperasi di Kemayoran sampai akhir beroperasi.
Bandar udara dengan kode JKT ini mulai berhenti beroperasi pada 1 Januari 1983 dan resmi berhenti beroperasi pada tanggal 1 Juni 1984. Sedangkan sejak tahun 1975, penerbangan internasional untuk sementara dialihkan ke Halim Perdanakusuma.[2]
Sedangkan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dibuka secara resmi pada tanggal 1 Januari 1984 untuk menggantikan Kemayoran danBandar Udara Halim Perdanakusuma yang kemudian digunakan sebagai pangkalan militer dan VVIP serta bandar udara sipil terbatas.
Pengelolaan Bandar Udara ini dikelola oleh Pemerintahan Hindia Belanda dari tahun 1940-1942 dan dipercayakan kepada KNILM sampai masa pendudukan Jepang.
Dua hari sebelum peresmian, 6 Juli1940, pesawat pertama yang mendarat adalah DC-3 milik KNILM yang diterbangkan dari lapangan udara Tjililitan (sekarang Halim Perdanakusuma). Pesawat sejenis, yakni DC-3 berregistrasi PK-AJW juga yang pertama bertolak dariKemayoran menuju Australia, sehari kemudian [1].
Pada hari peresmiannya, KNILM menggelar beberapa pesawat miliknya. Di apron terdapat pesawat DC-2 UiverDC-3 DakotaFokker F-VIIb 3mGrumman G-21 Goosede Havilland DH-89 Dragon Rapid dan Lockheed L-14 Super Electra. Sekitar dua bulan kemudian KNILM mendatangkan pesawat baru: seperti Douglas DC-5 dan Sikorsky S-43 Baby Clipper.
Perjalanan dan Perkembangan Bandar Udara Internasional Kemayoran
Bandar Udara Kemayoran mengalami masa fase-fase bersejarah Indonesia dari masa pemerintahan Hindia Belanda, pendudukan Jepang hingga kemerdekaan Indonesia (Orde Lama, dan Orde Baru), terutama sekali di dunia penerbangan. Dari pesawat-pesawat sipil hingga pesawat militer mulai awal perkembangannya dengan bermesin piston, propeler hingga turbojet mendarat di sini. Misalkan tercatat pesawat jenis Fokker dari mulai Fokker F-VIIb-3 dengan mesin torak, Fokker Friendship dengan mesin turbo hingga Fokker F-28 yang bermesin jet mendarat di sini. Kemudian pesawat jenis DC-3 Dakota yang tercatat mendarat dan terbang dari sejak awal dan akhir dioperasikannya bandar udara ini. Serta hadirnya pesawat berbadan lebar generasi awal seperti Boeing 747 seri 200, DC-10 dan Airbus A-300.
Selain itu, beberapa peristiwa kelam juga mewarnai pengoperasian bandar udara ini. Antara lain pesawat Beechcraft yang kecelakaan ketika mendarat, kemudian Convair-340 yang mendarat tanpa roda, pesawat DC-3 Dakota yang terbakar dan pesawat DC-9 yang mengalami patah badan ketika mendarat di landasan. Kemudian pesawat Fokker F-27 yang ketika tinggal landas menukik dan membelok kebawah hingga hancur terbakar dalam penerbangan latihan. Tercatat pula pesawat yang tidak pernah kembali setelah lepas landas dari bandar udara Kemayoran.
Bandar udara Kemayoran juga dikenal dan menyebut-nyebut Bandar Udara Kemayoran dalam salah satu episode cerita dalam komikTintin yakni Penerbangan 714 ke Sydney, dengan menampilkan menara pemandu lalu lintas (tower) Kemayoran. Gambar yang ditampilkan sesuai dengan kondisi sebenarnya.


prinsip kerja turbofan



Turbofan merupakan salah satu jenis dari jet engine. Kita tahu jet engine terbagi atas 3 jenis : turbojet,turboprop dan turbofan. Keistimewaan dari turbofan adalah jenis ini merupakan penyempurnaan dari turbojet dan turboprop. Kelemahan dari turbojet adalah boros bahan bakar,walau dalam soal tenaga lebih besar dibandingkan dengan jenis lain. Karena itu jenis ini cocok untuk dipakai pada pesawat tempur. Untuk turboprop,jenis ini mempunyai kelemahan yaitu tidak mampu mensupport high speed dan high altitude,hanya mencapai 25.000feet saja. Dan turbofan ini lah yang bisa menjawab semua requirment dari airlines yaitu: irit bahan bakar,mempunyai tenaga dorong yang besar.


Prinsip kerja turbofan adalah airflow(udara) masuk kedalam blade (low pressure compresor) atau kita sebut LPC dan dikompres kembali oleh blade yang lebih kecil ukurannya (high pressure compresor) atau kita sebut HPC,masuk ke ruang pembakaran (combustion chamber) dan diberi ignition sampai suhu atau temperatur tinggi baru lah disemprot oleh fuel. Karena terjadi pembakaran maka berubahlah energi kimia menjadi energi dorong. Energi dorong yang dihasilkan ini mendorong high pressure turbin (HPT) yang terhubung langsung dengan HPC sehingga HPC dapat berputar kembali. Energi dorong tersebut juga mendorong low pressure turbin (LPT) yang terhubung langsung dengan LPC. Dan sisa nya merupakan tenaga dorong pesawat. Jadi prinsip kerja turbofan dapat disederhanakan sebagai berikut :

Berbeda dengan motor bakar yang mempunyai 4step (langkah) atau 2step (langkah) pembakaran. Turbofan melakukan beberapa step TAPI dalam 1 WAKTU. Dan perbedaan dengan motor bakar adalah jika dalam motor bakar ruang pembakaran (combustion chamber) sudah di isi oleh campuran (mix) air dan fuel BARU diberi ignition (pengapian) sehingga terjadi pembakaran. Kalau di Turbofan ini,combustion chamber hanya di isi udara bertekanan tinggi saja. Karena tekanan tinggi maka temperatur tinggi dan diberi ignition,BARU di semprotkan fuel sehingga terjadi pembakaran.

Untuk gaya dorong (thrust) pesawat yang dihasilkan oleh pembakaran,sebenarnya hanya 15%-25% saja. Gaya dorong pesawat yang terbesar justru pada KIPAS (blade) atau LPC sebesar 75-85% yang digerak oleh LPT (seperti dijelaskan diatas). Karena itu Fan/blade/LPT dibungkus oleh casting,sehingga aliran udara (airflow) lebih terpusat mengalir kebelakang. Itulah alasan mengapa Turbofan lebih hemat bahan bakar dibanding dengan jenis lainnya. Dan pada saat engine berada kondisi HIGH SPEED,turbofan HANYA membutuhkan sedikit penambahan throttle untuk dapat menghasilkan thrust yang besar.

Sumber : Veeone’s blog